Ulasan Singkat Mengenai Pendidikan Politik

Pemilu merupakan sebuah tanda pesta demokrasi, bahwa setiap orang berhak memilih sesuai keinginannya masing-masing. Berangkat dari kegiatan tersebut, Anda pasti menyadari betapa pentingnya pengetahuan pendidikan politik sejak dini.

Landasan dan Tujuan Pendidikan Politik

Di dalam sebuah penelitian menjelaskan bahwa ada dua faktor penting pendidikan politik yang wajib dipaparkan kepada pelajar. Pertama terkait dengan perkembangan kognitif, anak akan tumbuh menjadi generasi pemilih di masa depan.

Faktor kedua yaitu, politik telah menjadi bagian hidup yang tidak terpisahkan. Dengannya, anak akan mengetahui perkembangan daerah masing-masing atau negara. Dengan begitu, bisa menilai dan memotifasi untuk lebih baik ke depannya.

Memang masalah politik tidak diajarkan langsung di bangku sekolah. Namun, tidak ada salahnya untuk memaparkan anak perihal politik. Ini dilakukan agar kelak mereka menjadi pemimpin yang jujur, adil dan terpercaya bagi bangsa dan rakyatnya.

Wahana Pendidikan Politik pada Mata Pelajaran

Tersedia mata pembelajaran ilmu sosial dan kewarganegaraan yang mencakup pelajaran PPKn, sosiologi, sejarah dan pelajaran ilmu sosial lainnya. Materi-materi ini sangat memungkinkan untuk menguatkan cara pandang mengenai politik secara demokratis.

Dalam metode pendidikannya sendiri, tidak dapat dilakukan melalui pembelajaran satu arah, di mana guru berceramah dan siswa hanya menyimak sembari sesekali mencatat. Dikatakan dari sumber lain bahwa metode ini disebut model gaya bank atau transfer ilmu pengetahuan.

Bentuk pendidikan semacam ini akan menumbuhkan mental kaku dan rentan indoktrinasi. Ini karena, minimnya kesempatan dialog antar guru dan anak didiknya. Di sisi lain, peserta didik sedikit sekali kesempatan berbagi pandangan pribadinya.

Proses Pendidikan Politik pada Mata Pelajaran

Proses pembelajaran politik yang lebih tepat guna adalah melalui paparan masalah (problem exposure). Fenomena politisi sehari-hari disajikan di kelas, kemudian diperdebatkan secara kritis. Praktik semacam ini memungkinkan pertukaran gagasan masing-masing siswa.

Dalam proses ini, terdapat ruang bagi siswa untuk mengkritisi pandangan gurunya. Syarat utamanya yakni guru harus menggeser perannya, jika semula menjadi penceramah dan sumber pengetahuan sekarang menjadi mediator dan fasilitator.

Efek dari metode ini adalah anak muda akan lebih kritis dalam memandang setiap persoalan. Pola fikir ini memungkinkan mereka untuk menyaring dan mempertanyakan kebenaran dari setiap informasi yang diterima.

Baca Juga:

Program Kesiswaan Pendidikan Politik

Pelaksanaan pendidikan politik di sekolah selain melalui mata pelajaran PKn, juga dilakukan melalui program yang dibuat oleh bagian kesiswaan. Seperti, program pengembangan diri. Wahana pendidikan politik di sekolah yang kedua adalah OSIS atau organisasi pelajar lainnya.

Dengan aktif di kegiatan organisasi, pelajar akan berlatih menyampaikan argumentasi, berinteraksi dengan pandangan dan paradigma yang berbeda serta saling berlomba argumen yang kredibel untuk meyakinkan (demi tujuan bersama).

Dalam kegiatan OSIS, ada beberapa hal yang menjadi bagian penting dari proses pendidikan politik, yaitu adanya pemilihan secara langsung oleh warga sekolah yang dilaksanakan rutin setahun sekali. Dengan beberapa kandidat ketua.

Adanya pembinaan OSIS yang dilaksanakan oleh pihak kesiswaan, telah menjadi bukti bahwa lembaga melaksanakan kegiatan dalam pendidikan politik di sekolah untuk siswanya. Metode semacam ini jauh lebih tepat guna bagi kedewasaan berpolitik siswa.

Mereka berkesempatan untuk mengetahui, memetakan dan memahami permasalahan nyata masyarakat. Serta pendidikan politik dapat menumbuhkan rasa solidaritas, komitmen terhadap kelompok masyarakat yang tidak berdaya dan mampu melawan ketidakadilan

Demikian uraian tentang pendidikan politik dalam sekolah. Dengan memahaminya, setiap peserta didik pasti lebih bijak dalam menyikapi ataupun menentukan pilihan pemimpin kedepannya. Sehingga, menciptakan generasi yang berkualitas.

Comments