Apa Itu Apatis ? Dan Apa Saja Faktor-Faktor Penyebabnya

Bila berbicara mengenai mahasiswa maka seolah tidak akan ada habisnya sebab ada banyak hal yang menarik dari mahasiswa itu sendiri. Bila dilihat dari segi peran, mahasiswa adalah seorang agen perubahan. Dimana hal tersebut sudah tampak sejak zaman reformasi yang mana seluruh mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia telah berhasil menggulingkan pemerintahan orde baru. Namun kini dengan berkembangnya teknologi dan dunia digital membuat mahasiswa bisa mengkritisi pemerintah hanya melalui media online. Bahkan kemajuan zaman juga membuat para mahasiswa menjadi apatis. Lalu apa itu apatis yang sering dialami mahasiswa zaman sekarang ? dan apa saja penyebab apatis tersebut?

Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Apatis pada Mahasiswa

Bila berbicara mengenai apatis maka salah satunya akan dikaitkan dengan mahasiswa. Sebab saat ini kebanyakan mahasiswa justru berubah menjadi apatis dan tidak begitu antusias dibandingkan di masa dahulu. Sebetulnya apa itu apatis pada mahasiswa yaitu mahasiswa yang anti pada kegiatan serta isu-isu yang ada pada dunia kampus. Masing-masing individu mahasiswa memang diharapkan bisa melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi agar mahasiswa bisa peduli terhadap lingkungan sekitar.

Munculnya mahasiswa apatis ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor penyebab. Berikut ini akan dijelaskan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa apatis yang perlu anda ketahui.

  1. Kerja Sampingan Setelah Kuliah

    Ternyata sebagian mahasiswa yang memilih untuk bekerja sampingan selesai kuliah justru membuat mahasiswa menjadi apatis terhadap kegiatan di kampus. Hal ini memang wajar sebab mereka harus bekerja samping agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya serta membantu meringankan beban orang tua untuk membiayai kuliah. Selain itu dengan kerja sampingan maka mahasiswa bisa memiliki penghasilan yang dipakai untuk diri sendiri maupun ditabung. Umumnya mahasiswa apatis karena kerja sampingan memang lebih bisa mandiri karena menggunakan waktu setelah kuliah untuk bekerja.

  2. Kurangnya Interaksi Sosial dengan Sesama Mahasiswa

    Bagi mahasiswa yang lebih suka menyendiri dan membuat ia menjadi kurang pergaulan atau interaksi dengan sesama mahasiswa maka bisa membuat mahasiswa menjadi apatis. Biasanya kurangnya interaksi dengan sesama mahasiswa disebabkan oleh latar belakang budaya, cara pergaulan dan kehidupan yang berbeda.

  3. Belum Dapat Beradaptasi dengan Lingkungan Kampus

    Biasanya faktor ini terjadi pada mahasiswa baru karena biasanya mahasiswa baru masih dalam masa adaptasi dengan lingkungan kampus. Hal inilah yang membuat mahasiswa cenderung apatis dan seolah masih menutup diri dari orang-orang di sekitarnya.

  4. Mempunyai Kegiatan Lain di Luar Kampus

    Mahasiswa yang menjadi apatis saat di dalam kampus, belum tentu ia juga akan apatis saat di luar. Sebab mungkin saja ia mempunyai kegiatan lain di luar kampus misalnya mengurusi lembaga kemasyarakatan, menjadi kader parpol dan lain-lain.

  5. Ambisius IPK Sempurna

    Biasanya mahasiswa yang terlalu ambisius mengejar nilai IPK sempurna maka membuatnya cenderung apatis dari kegiatan di kampus. Dia hanya tahu tentang nilai sempurna dan tidak peduli apa itu apatis sehingga kebanyakan waktunya dihabiskan hanya di perpustakaan, laboratorium dan kost.

  6. Larangan dari Pihak Keluarga

    Mahasiswa yang menjadi apatis biasanya disebabkan oleh adanya larangan dari pihak keluarga. Biasanya hal ini terjadi pada mahasiswa yang memiliki kehidupan yang sudah terjamin sehingga tak perlu mengikuti kegiatan di kampus. Bahkan saat lulus ia sudah langsung mewarisi harta kekayaan dari keluarganya sehingga tidak perlu bersusah payah. Padahal saat ia tahu apa itu apatis maka bisa membuat sadar bahwa kegiatan kampus memang sangat perlu.

Melalui penjelasan di atas kini anda bisa memahami pengertian apatis termasuk juga penyebabnya pada mahasiswa. Pastinya supaya anda tidak dianggap sebagai mahasiswa apatis maka hindari faktor-faktor penyebab dari apatis dan bila perlu upayakan mengikuti kegiatan kampus yang berdampak positif dan anda sukai. Sikap anti apatis akan memberikan dampak yang bagus bagi kehidupan sosial anda saat sudah lulus kuliah nanti

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *