Artikel

Published on November 4th, 2017 | by Saiful Riza

Pilih Akademik atau Organisasi?

Menurutmu, mana yang lebih penting, kuliah atau berorganisasi? Mahasiswa seringkali dibuat pusing oleh dua hal tersebut. Ada sebagian yang berpendapat bahwa akademiklah yang diprioritaskan, Karena tujuan utama kuliah tentu saja faktor akademik. Hal ini cukup beralasan mengingat IPK yang tinggi katanya memiliki pengaruh yang besar saat melamar pekerjaan. Dengan berbagai pertimbangan itulah akhirnya mereka lebih mengutamakan akademik diatas segalanya.

Sebagian yang lain berpendapat bahwa akademik bukanlah hal yang utama. IPK tinggi bukan merupakan jaminan untuk sukses di dunia kerja. Melainkan dari aktivitas oranisasi yang dilakukan akan melatih dan mengembangkan softskill yang diperlukan untuk sukses di kehidupan pasca kuliah. Memang dalam organisasi kita akan berlatih memahami peran, rasa tanggung jawab bekerjasama, bagaimana cara bersikap baik ketika dipimpin maupun memimpin.

Organisasi memang tidak ada hubungannya dengan nilai di kelas. Kalau ingin nilai bagus ya tentu dengan belajar. Namun disisi lain, organisasi berguna untuk mengasah softskill yang memang tidak diajarkan dalam perkuliahan di kelas. Mental menyampaikan pendapat, berdebat, dan pengalaman bertutur kata yang baik dengan lawan bicara dapat dilatih dengan berorganisasi.

Memang, IPK tinggi merupakan syarat mutlak bagi seorang mahasiswa karenya hal tersebut bisa dikatakan berhasil menguasai bidangnya. Namun apkakah puas hanya dengan IPK yang tinggi jika tidak ada bekal pengalaman nyata berorganisasi, bukankah pengalaman itu penting?

Suatu saat mahasiswa pasti akan menjalankan peran strategis dalam masyarakat. Saat itu kita dituntut untuk memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan sebuah problematika yang terjadi saat itu. Kita dituntut untuk cakap dan kritis untuk mengambil suatu tindakan.

IPK hanya sanggup mengantarkan kita sampai pada tahap wawancara dalam mencari kerja, setelah itu softskill yang menentukan, Jadi rasanya kurang pas apabila hanya memikrkan akademik dan mengesampingkan pengembangan softskill. Namun itu semua adalah pilihan individu masing-masing. Kalian boleh fokus ke masalah akademik, ataupun fokus pada organisasi atau bahkan seimbang antara akademik dan organisasi.

Masing masing pilihan mempunyai konsekuensi, dan kalian harus paham akan hal tersebut. Menurut penelitian National Association of Colleges and Employers (NACE), yang menyebutkan bahwa pada umumnya pengguna tenaga kerja membutuhkan keahlian kerja berupa 82 persen softskill dan selebihnya 18 persen hardskills. Ini menunjukkan bahwa antara softskill dan hardskill saling melengkapi. Jadi intinya tidak ada ceritanya akademik vs organisasi, Karena keduanya harus bisa diseimbangkan.


About the Author



Back to Top ↑

error: Content is protected !!