Artikel

Published on February 16th, 2018 | by Admin Seputar Kuliah

0

Terkece! – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Perpustakaan terrr kece!

Masyarakat indonesia harusnya sudah tau kalo kita skrg punya Perpustakaan terbesar se Asia tenggara. Jumlahnya 24 lantai. Yang terletak di Jalan Merdeka Selatan, silang monas, tepat di sebelah kanan STO Telkom/Admedika.

Betapa megah dan ciamiknya perpustakaan satu ini. 4 lantai dengan menggunakan eskalator. Dan ada juga lift dari basemen hingga lantai tertinggi. Pertama kali keluar lift. Saya langsung dibuat terpukau dengan jajaran rak buku buku raksasa di Lobby tengah. Dengan ditemani pigura kayu foto-foto beberapa presiden. Dengan total 24 lantai, bagian tempat kalian akan sering membaca mulai di lantai 21. Karena koleksi monograf inilah yang biasanya menjadi sumber referensi atau bacaan favorit.

Kemudian bergegas naik ke lantai 2 dan disana tempat semua orang membuat Kartu Perpustakaan. Sedikit info, perpustakaan nasional ini sempat mengganti lambangnya. Dan saya membuat kartu perpus saat dengan lambang yang lama di perpusnas yang lama di Salemba Raya.

Buat kalian yang hobi sekali baca buku disini. Sebagai pemula, kalian akan takjub dengan indah dan rapihnya perpusnas ini dibangun dengan sempurna.

Bagaimana cara membaca bukunya? Untuk para langganan perpusnas pasti sudah tau, kalau ingin ke perpusnas, kalian harus menggunakan OPAC. Search engine yang berguna untuk kalian mengetahui buku yg kalian incar ada di lantai berapa. Cara ini sudah diterapkan lama sejak Perpusnas di Salemba. Di OPAC itu setelah kalian searching dengan kata kunci, akan muncul beberapa pilihan buku. Nah setelah muncul, kalian klik salah satunya yg memikat hati. Disitulah akan terlihat terletak di lantai berapa. Dan dengan Nomor panggil buku.

Baca Juga : Sebelum terlambat lakukan hal-hal ini di masa muda

Itu yang harus kalian catat. Jika aturan yg dulu di Perpusnas salemba, kalian akan diberi secarik kertas kecil yg berisikan biodata singkat buku itu. Jadi setelah kalian searching di OPAC. Kalian langsung mencatat buku apa saja yg akan kalian pinjam di kertas itu. Namun sepertinya, untuk di perpusnas baru ini belum.diterapkan sistem aturan seperti itu. Jadi, kalian harus mencatat sendiri.

Jika di Perpusnas Salemba, buku akan dicarikan oleh Pustakawan yg bertugas. Namun di Perpusnas baru ini kalian akan mengambil bukunya sendiri. Dan mengembalikan ke meja khusus pengembalian. Saya kurang tau apa karena Perpusnas baru ini belum.beroperasi sepenuhnya jadi sistemnya masih belum.teratur. atau memang sengaja dibuat seperti itu agar pengunjung dibuat nyaman dengan bisa memilih buku sendiri.

Tempat bacanya sangaaat nyaman. Dengan sofa empuk, dan ada beberapa meja dengan sepasang kursi atau dengan duduk berkelompok. Ditambah dengan Wifi gratis. Fasilitas yang tersedia juga sangat lengkap. Dengan berbagai tempat bisa kalian jadikan tempat untuk membaca sampai ke balkon taman.

Supaya tidak bingung sedikit saya fotokan susunan lantai di Perpusnas baru kita. Ada yang aneh? Ya. Kalau kalian sudah menyadarinya. Kalian sudah tau alasannya. Alasan mistis 🙂

Biasanya, pengalaman di Perpus Salemba, yg akan paling banyak dikunjungi adalah bagian Monograf Tertutup. Terutama saya yang sangat menyukai buku² berbau konspirasi.

Kalian tidak perlu bingung jika ingin jajan. Disediakan kantin. Untuk keperluan sholat pun memadai. Bahkan di perpusnas ini menyewakan ruangan khusus untuk rapat di Aula.

Lalu bagaimana dengan gedung yang lama di salemba dan merdeka selatan dulu?

Untuk yang di Salemba Raya masih tetap beroperasi. Tapi tidak untuk umum. Karena memang semua buku masih tersimpan disana. Dengar kabar bahwa katanya yang disalemba akan dijadikan penyimpanan buku-buku kuno. Memang di Perpusnas yang baru ini belum lengkap bacaan bukunya. Dan seiring berjalannya waktu, akan dikembangkan dengan sistem aturan peminjamam buku yang lebih rapih lagi. Maklum, setelah pendiriannya, orang-orang yang datang hanya untuk berfoto ria hihihi.. 🙂

Sementara yang dulunya di Merdeka selatan, Kini gedung lama yg bertempat di depan Perpusnas baru, dijadikan museum literasi budaya

Layaknya pameran, kalian akan disuguhi pemandangan menakjubkan disana. Dan pastinya kane banget buat foto². Di museum ini kalian disuguhi gambar 3D dengan LCD grafik yang cakep banget. Dan pula ada banyak kerajinan tangan raksasa yang terbuat dari selang (seperti replika kapal di atas). Selain itu di bagian dinding per ruangan, disajikan gambar bergerak yang menceritakan kebudayaan bangsa ini. Ada juga berbagai karya seni lainnya yang menjadi pajangan disini. Terdapat juga berbagai macam kertas, macam-macam aksara daerah dan buku-buku koleksi. Semuanya berhubungan dengan dunia literasi

Semua kesempurnaan yang dibangun pemerintah terhadap Perpustakaan di Indonesia ini tak lain adalah bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat kita Melek Membaca. Sadar bahwa budaya membaca itu mengasyikan. Membantu untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap dunia buku.

Lihat saja bagaimana pemerintah memperlakukan para pecinta buku dengan begitu mewahnya.. Kami merasa istimewa dan semakin mencintai buku..

Mungkin berawal dari datang karena ingin foto. Tapi bisa berlanjut pada kecintaan membaca buku karena tempatnya yang sangat nyaman. Pemerintah sudah berhasil membangun perpustakaan terbesar. Tapi masih ada satu lagi PR untuk kita semua. Yaitu membangkitkan minat baca anak bangsa..

Ayo, semangat membaca!

Biodata singkat:

Ima Nurcahyanti Putri.

Seorang penulis amatir yang sekarang juga dipanggil Bu bidan. Sudah lulus dari Poltekkes Kemenkes Jakarta 3. Menggeluti dunia literasi sejak SMA dan sudah menerbitkan beberapa karya novel dan antologi cerpen.

Tengok karya novel onlinenya di Wattpad @imachay.

IG: @imachay_

Cahayalangit.tumblr.com/


About the Author



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

error: Content is protected !!