Cara Belajar Mahasiswa di Luar Negeri yang Bisa Kalian Tiru

Cara belajar mahasiswa di luar negeri amat sangat berbeda dengan cara belajar di Tanah Air. Kalian dituntut untuk benar-benar mandiri dan tidak bisa bermanja-manja dengan tuntunan materi yang sudah disiapkan oleh dosen. Di luar negeri dosen hanya memberikan referensi buku-buku yang harus dipelajari. Berbeda dengan belajar di Indonesia, dosen sering kali memberikan materi, terkadang bahkan kita tidak perlu pusing-pusing mencari buku yang digunakan. Jadi, kalau tidak benar-benar memanfaatkan waktu untuk belajar saat di luar negeri, kalian akan ketinggalan materi dan kebingungan.

            Untuk menyiasati cara belajar seperti itu, kalian benar-benar wajib memiliki pengaturan waktu yang baik. Beberapa trik berikut dapat kalian terapkan untuk memudahkan belajar sehingga semua kegiatan dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

  1. Manajemen Waktu

            Manajemen waktu adalah kunci pokok keberhasilan. Diperlukan komitmen yang tinggi dan disiplin untuk mengatur waktu. Kalian bisa membuat jadwal harian di sebuah kertas yang memuat tabel tiga kolom berisi nomor, jam, dan nama kegiatan. Tulislah semua kegiatan yang akan dilakukan, mulai dari bangun tidur sampai kembali tidur. Bahkan kita dapat memberikan keterangan yang lebih mendetail untuk kegiatan tertentu agar kita bisa mengingat hal yang harus dilakukan atau peralatan yang harus dibawa.

            Pembuatan jadwal itu mungkin mudah sekali dilakukan, tetapi terkadang kalian akan menemui kesulitan saat melaksanakannya. Bila kalian tidak memiliki komitmen tinggi, jadwal tersebut akan sia-sia dan tidak akan terlaksana meskipun sudah dibuat dan ditempel di tempat yang jelas-jelas terlihat. Jadi berlatihlah untuk “keras” terhadap diri sendiri, untuk menepati komitmen yang telah ditetapkan, dan memenuhi jadwal yang sudah kalian buat.

           Tidak bisa dimungkiri bahwa mematuhi jadwal juga terkadang membuat kita menjadi serba salah. Misalnya, kalian sudah menuliskan bahwa pukul 10 sampai 12 adalah waktu yang digunakan untuk membaca buku. Kalian sudah bertekad untuk tetap membaca buku pada waktu tersebut, apa pun yang terjadi. Tiba-tiba seorang teman datang untuk mengajak kalian jalan-jalan. Kalian dihadapkan pada pilihan yang sulit karena hal itu menyangkut erasaan seseorang. Patuh ada jadwal yang sudah dibuat membuat kalian menjadi orang yang teramat tega karena menolak teman yang sudah datang jauh-jauh ingin mengajak jalan-jalan. Mangkir dari jadwal juga berarti kalian melanggar komitmen pada diri sendiri. Kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan? Jawaban yang tepat adalah bertanya pada diri sendiri. Apakah maksud kalian membuat jadwal membaca pada jam tersebut? Renungkanlah tujuan kalian: belajar, meraih prestasi terbaik, dan pulang dengan membawa hasil untuk membangun Ibu Pertiwi. Jika visi tersebut telah tertanam kuat, apa pun yang terjadi komitmen kalian tak akan teringkari. Kalian dapat menolak ajakan teman kemudian menjelaskan alasannya. Jangan sampai kalian mudah terkecoh dan terbawa perasaan bersalah atau tidak enak.

  1. Mengatur Materi

            Seperti di Indonesia, banyaknya materi yang dipelajari untuk kuliah di luar negeri tergantung dari banyaknya mata kuliah yang kalian ambil. Bedanya, kalian harus aktif mencari materi saat belajar di luar negeri dengan cara menjelajah internet, pergi ke perpustakaan, mengunjungi toko buku, dan lain-lain. Materi yang kalian miliki adalah senjata untuk menaklukkan semua tugas yang diberikan oleh dosen dan mengerjakan ujian dengan baik.

            Saat kalian mengambil banyak mata kuliah, terkadang kebingungan untuk mendapatkan materi itu terjadi. Materi mata kuliah yang satu belum dapat, sudah ada lagi mata kuliah lain yang materinya tidak kalah sulit dicari. Janganlah khawatir bila situasi seperti itu menghadang kalian. Pertama, carilah materi untuk mata kuliah yang pertama kali akan kalian temui. Misalnya mata kuliah A akan kalian jalani di hari Senin pagi dan mata kuliah B di siang harinya serta mata kuliah C di Selasa pagi, berarti kalian harus mencari materi untuk mata kuliah A sebelum hari Senin mendatang, baru disusul dengan materi untuk mata kuliah B, kemudian materi untuk mata kuliah C.

  1. Kerja Kelompok

            Kerja kelompok sering kali diberikan oleh dosen untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam kerja sama tim. Dalam kerja kelompok kalian tidak hanya ingin tugas yang diberikan segera selesai, tapi menginginkan pula kelomok yang komak dalam melaksanakan tugas itu. Tak jarang masing-masing anggota kelompok mempunyai cara pikir atau pendapat sendiri-sendiri dalam mengerjakan tugas kelompok. Jika hal itu dibiarkan, perpecahan bisa timbul akibat tidak ada kesatuan pendapat dalam menyelesaikan tugas.

            Saat kelompok kerja itu dibentuk, masing-masing anggota harus menentukan tugas sendiri-sendiri agar tidak terjadi tumpang-tindih tugas yang mengakibatkan kecenderungan one man show. Dalam kelompok tersebut harus ditentukan siapa ketuanya, penulisnya, dan pemapar tugas yang akan melakukan prestasi. Namun, bukan berarti orang yang ditunjuk bertanggung jawab seutuhnya dalam penyelesaian tugas kelompok sementara anggota lainnya hanya menjadi pengikut. Maksud pembagian tugas tadi adalah untuk mengoordinir pekerjaan dalam kelompok.

            Masing-masing anggota kelompok wajib mengumpulkan materi yang dibutuhkan dalam sebuah tugas. Orang yang sudah diserahi mandat sebagai penulis dapat mengordinir anggota dalam hal penulisan dan orang yang sudah diberi mandat sebagai pemapar presentasi harus mengordinir hasil kerja kelompok. Orang yang mempunyai posisi sebagai ketua harus memimpin, menunjukkan, dan memeriksa hasil semua pekerjaan dia sendiri dan anggota lain. Anggota kelompok harus saling mendukung dan segera mencari jalan keluar jika ada ketidaksepaham agar penyelesaian tugas kelompok tetap lancar.

  1. Pekerjaan Pribadi

            Pekerjaan pribadi bisa dipersepsikan sebagai tugas kuliah individual dan bisa pula dipersepsikan sebagai pekerjaan rumah tangga. Kedua hal tersebut adalah hal yang mau tak mau harus kalian lakukan saat tinggal sendiri di luar negeri untuk menuntut ilmu.

            Jika pekerjaan pribadi tersebut berarti tugas kuliah individual, kalian harus menyelesaikannya sendirian. Upaya dan hasil dari pekerjaan tersebut tergantung kepada usaha kalian sendiri selama ini.

            Jika pekerjaan pribadi tersebut dipersepsikan sebagai pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, masak, dan lain-lain, jadwal untuk melakukan tugas rumah sepatutnya sudah tercantum dalam jadwal harian. Jangan sampai waktu untuk membereskan pekerjaan rumah tangga tercamur aduk dengan waktu yang akan kalian gunakan untuk kuliah dan mengerjakan tugas kuliah. Lakukanlah semua pekerjaan dengan disiplin tinggi dan hilangkan kebiasaan menunda.

  1. Mengatur Waktu Santai

            Setiap orang membutuhkan waktu untuk santai dan menikmati hidup agar tidak stres dan mampu menghadapi tuntutan kuliah dan pekerjaan yang padat dan berat. Kalian dapat mengalokasikan waktu satu minggu sekali, misalnya hari minggu, untuk menikmati hidup, berjalan-jalan, bersantai, serta sejenak melupakan aktivitas kampus. Setelah waktu bersantai usai, kalian bisa kembali pada kuliah dan belajar yang menjadi tugas utama dan prioritas hidup kalian di luar negeri dengan otak yang lebih segar.

Tinggalkan komentar