Menaklukkan IELTS dengan Memperkuat Aspek Bahasa Inggris yang Paling Lemah

Gadis alumni Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada ini bernama Nabila Muliawati. Saat ini ia adalah penerima beasiswa LPDP ke University of Edinburgh, United Kingdom. Nabila mengambil tes IELTS di bulan Januari 2015. Overall score dengan band listening 7.5; writing 6.5; speaking 7.5; dan reading 8.0.

Walaupun iaadalah alumni Sastra Inggris, ia ternyata juga merasa masih kurang di beberapa skill bahasa Inggris, termasuk speaking. Kok, bisa? Speaking IELTS tidak seperti speaking TOEFL yang akan direkam hasilnya pada saat kita berbicara. Tes speaking dalam IELTS lebih natural karena test takers akan dihadapkan langsung dengan seorang penguji yang merupakan native speaker. Karena lebih interaksional, ini berarti menuntut kita untuk lebih lancar dan membiasakan diri berbicara dengan bahasa Inggris. Inilah kenapa banyak yang menganggap speaking dalam IELTS sangat menantang.

Sebelumnya, ia mengambil IELTS Preparation untuk mengetahui seluk beluk tes IELTS serta berlatih speaking dan sengaja memilih kelas yang dipegang tutor native karena komentar-komentar dan masukan-masukan native speaker sangat berguna untuk belajar speaking agar lebih natural.

Walaupun sebenarnya mengambil IELTS Preparation juga tidak serta merta menentukan skor kita bagus, sebab yang paling menentukan justru adalah sesering apa kita berlatih. Kalau untuk speaking, berarti seberapa banyak kita berlatih berbicara. Maka, selain kursus, ia mencoba menyusun strategi, yakni dengan mengunduh video-video speaking di YouTube, membuat daftar topik yang sekiranya muncul, misalnya topik mengenai tourism, education, healthcare, dan lifestyle. Setelah itu, berlatihlah untuk menjawabnya. Akan lebih asyik jika belajar bersama partner latihan. Pada awal berlatih, jangan memikirkan grammar dulu, tetapi fokuslah untuk membiasakan lidah kita dengan berbicara bahasa Inggris. Setelah semakin lancar, barulah kita mulai perhatikan grammar yang kita gunakan.

Hafalkan banyak kosakata (vocabulary) baru yang berhubungan dengan topik-topik yang akan kita gunakan. Semakin banyak kosakata kita, akan semakin mudah kita memperbaiki speaking. Selain itu, jangan lupa berlatih pronunciation yang benar dari setiap kata. Kenapa ini menjadi penting? Sebab, cara pengucapan yang tidak tepat, ternyata akan mengurangi nilai speaking kita.
Belajar IELTS memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun, kalau hasil tidak akan mengkhianati usaha. Kalau kata Helen Keller, “No effort that we make to attain something beautiful is ever lost.” Jangan lelah untuk terus berlatih dan percayalah bahwa hanya dengan berlatih kita bisa mengembangkan kemampuan speaking kita. Selamat menaklukkan IELTS!

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *