Beasiswa

Published on March 20th, 2018 | by Saiful Riza

0

Beasiswa Santri Berprestasi dari Kementerian Agama RI

Program Beasiswa Santri Berprestasi  dari Kementerian Agama RI (PBSB) bagi para lulusan santri pondok pesantren untuk tahun akademik 2018 – 2019 telah dibuka. Pendaftarannya dilakukan mulai tanggal 15 Maret sampai dengan 15 April 2018. Beasiswa ini ditujukan untuk lulusan Madrasah Aliyah (MA) Swasta tahun 2016, 2017, dan 2018 dalam naungan pondok pesantren. Serta untuk lulusan pondok pesantren muadalah (PPM) dan pondok pesantren salafiyah (PPS) tahun 2016, 2017, dan 2018.

Penerima beasiswa nantinya bisa melanjutkan studi sarjana (S1) pada bidang studi yang berhubungan dengan MIPA, IPS, dan Keagamaan pada sejumlah perguruan tinggi negeri di tanah air yang menjadi mitra Kementerian Agama. Untuk pendaftaran PBSB 2018, pilihan universitas tujuan studi antara lain sebagai berikut:

  • Institut Pertanian Bogor (IPB)
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
  • Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta
  • Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya
  • Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
  • Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
  • Universitas Cendrawasih Jayapura, dan
  • Universitas Al Azhar Indonesia.

Cakupan Beasiswa Santri Berprestasi dari Kementerian Agama RI meliputi biaya pendidikan, seperti UKT dan/atau BKT, biaya pengembangan akademik awal program, biaya pendidikan profesi bagi program studi yang mensyaratkan pendidikan profesi, biaya hidup, biaya peningkatan kualitas, serta tunjangan lain seperti kegiatan penelitian/kerja praktek atau penyelesaian tugas akhir.

Persyaratan:

  1. Pendaftar adalah santri pondok pesantren yang telah memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) dan telah terdata di kemenag.go.id dengan data yang telah diisi lengkap.
  2. Calon Peserta PBSB adalah:
    • Santri yang belajar pada tingkat akhir dan lulus pada tahun 2016, 2017 dan 2018 di Madrasah Aliyah (MA) Swasta yang berada di naungan pondok pesantren; atau
    • Santri lulusan pesantren muadalah dan pesantren Salafiyah pada tahun 2016, 2017 dan 2018.
  3. Kriteria Umum Peserta
    • Santri mukim minimal 3 tahun berturut-turut;
    • Berusia maksimal (per 1 Juli 2018):
      • 20 tahun untuk santri tingkat akhir pada MAS (lahir pada tanggal 1 Juli 1998, 2 Juli 1998, dan seterusnya);
      • 23 tahun untuk santri lulusan Satuan Pendidikan Muadalah/Pendidikan Diniyah Formal/ Pesantren Salafiyah dengan ijazah paket C yang diselenggarakan oleh pondok pesantren (lahir pada tanggal 1 Juli 1995, 2 Juli 1995, dan seterusnya).
    • Memiliki akhlaq terpuji dan direkomendasikan oleh Pengurus Pondok Pesantren dibuktikan dengan surat dari Pimpinan Pesantren Asal Santri.
    • Memiliki prestasi akademik dan non akademik dengan melampirkan piagam atau sertifikat.
    • Diutamakan santri berprestasi berasal dari keluarga kurang mampu.
  4. Kriteria Khusus:
    • Ketentuan untuk pilihan studi pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang:
      • Santri lulusan Madrasah Aliyah (MA), Pesantren Muadalah, Pesantren Salafiyah dengan Ijazah Paket C, hafal (Hifdzu) minimal 10 Juz.
      • Hifdzu Al-Qur’an 30 Juz merupakan persyaratan kelulusan program S1 peserta PBSB pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
    • Bagi Santri yang berminat untuk studi pada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta:
      • Wajib mengupayakan serta mempertahankan Hifdzu Al-Qur’an 3 Juz dan Hafal 100 Hadist pada saat menyelesaikan studi pada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
    • Bagi Santri yang berminat pada UIN Sunan Gunung Djati Bandung wajib Hifdzu Al-Qur’an 3 Juz.
  5. Santri mendaftar secara online melalui pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id.
  6. Setelah santri lolos seleksi administrasi maka peserta dapat mengunduh kartu peserta Test CBT dan Surat Pernyataan yang tersedia diaplikasi Pendaftaran Online.
  7. Pada saat pelaksanaan Ujian santri membawa Surat Pernyataan, Formulir Printout, dan Tanda Peserta Ujian Test CBT yang ditandatangani oleh peserta, orang tua, dan pimpinan pondok pesantren disertai:
    • Salinan KTP/Akte Kelahiran/Kartu Keluarga/Surat Keterangan Lahir (minimal dikeluarkan oleh Desa/Kelurahan), dan
    • Salinan Surat Keterangan telah mengikuti dan/atau lulus Ujian Nasional dari MA/PPM/PPS terkait.
  8. Jumlah peserta seleksi dibatasi dengan kuota ditentukan masing-masing Kanwil Kemenag Propinsi berdasarkan pertimbangan dan kebijakan yang berlaku.

Tahapan Pendaftaran:

  • Terlebih dahulu calon pendaftar adalah santri yang memperoleh rekomendasi dari pondok pesantren.
  • Calon pendaftar menyiapkan dokumen yang dibutuhkan syarat dalam proses pengisian data online (nilai raport, riwayat orang tua, profil asal pondok pesantren, profil asal MA/PPM/PPS-Paket C, pas foto, Sertifikat Prestasi, Portofolio (Khusus Pilihan UPI Bandung fakultas pendidikan seni dan desain), dll).
  • Pendaftar mengikuti petunjuk pengisian data online yang telah disediakan melalui pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id.
  • Setelah melengkapi data-data online bisa mencetak bukti pendaftaran online (Formulir Registrasi).
  • Peserta yang telah terdaftar online akan di verifikasi oleh sistem.
  • Peserta yang lulus verifikasi dapat diketahui dengan cara login pengumuman lokasi tes dan terdapat notifikasi “SELAMAT…”.
  • Peserta mengunduh Kartu Ujian dan Surat Pernyataan dari aplikasi pendaftaran Online.
  • Peserta seleksi membawa Formulir Registrasi, Kartu Ujian, Surat Pernyataan bermaterai Rp 6.000,- , dan dokumen pendukung pada hari pelaksanaan seleksi CBT PBSB.
  • Khusus untuk peserta seleksi pilihan UIN Maulana Malik Ibrahim setelah selesai melaksanakan CBT diwajibkan mengikuti seleksi khusus hafalan Al-Qur’an.
  • Peserta seleksi yang dinyatakan lulus diwajibkan melakukan legalisasi ke Kantor Wilyah Kementerian Agama Tingkat Provinsi dengan membawa Formulir Registrasi, Kartu Ujian, Surat Pernyataan bermaterai Rp 6.000,- , dokumen akademik, dan rekomendasi dari pesantren asal sebagai bukti otentik.
  • Peserta yang telah melakukan legalisasi dibuktikan dengan surat keterangan dari Kanwil Kemenag Provinsi terkait.

Jadwal Seleksi:

  • Periode Pendaftaran: 15 Maret – 15 April 2018
  • Verifikasi Data: 16 – 30 April 2018
  • Pengumuman Tempat Seleksi: 2 Mei 2018
  • Pelaksanaan Seleksi Nasional: 14 – 18 Mei 2018
  • Pelaksanaan Seleksi Khusus UNAIR: 8 Juli 2018
  • Penentuan Kelulusan: 1 Juni 2018
  • Pengumuman Hasil Seleksi: 4 Juni 2018

Materi seleksi:

  1. Tes Bahasa dan Kepesantrenan (60 menit; Bahasa Inggris 20 soal pilihan ganda, Bahasa Arab 20 soal pilihan ganda, Khazanah Islam Indonesia dan Substansi Ilmu Kepesanternan 20 soal pilihan ganda)
  2. Tes Potensi Akademik (70 menit; 60 soal pilihan ganda) Ujian ini untuk mengukur kemampuan verbal, kuantitatif dan penalaran, sehingga kemampuan santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi dapat dievaluasi. Diperuntukkan untuk seluruh Bidang Pilihan Studi
  3. Tes Potensi Kemampuan Bidang Studi (120 menit; 60 soal pilihan ganda untuk MIPA) Ujian ini untuk mengukur kemampuan akademik dalam hal:
    • Materi MIPA untuk Bidang Pilihan Studi IPA, mencakup Matematika IPA, Fisika, Kimia, dan Biologi
    • Materi IPS untuk Bidang Pilihan Studi IPS, mencakup Matematika IPS, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi
    • Materi Keagamaan untuk Bidang Pilihan Studi KEAGAMAAN mencakup Fiqih/Ushul Fiqih, Tafsir/Ilmu Tafsir, Hadist/Ilmu Hadist, Aqidah/Akhlak Tasawuf dan Sejarah Kebudayaan Islam
  4. Seleksi Khusus Tahfidz (10 Juz)
    Test lisan/wawancara hanya dilakukan terhadap calon peserta PBSB yang berminat untuk studi pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilakukan untuk memastikan hafalan Al Qur’an adalah minimal 10 juz sebagai syarat masuk

Tags:


About the Author



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

error: Content is protected !!