Kisah Yuliana Istiyani: Dari TIDAK PERNAH Tes, Hingga Meraih Skor IELTS 8,5 serta Raih Beasiswa ke Australia

Mahasiswa lulusan Pendidikan Bahasa Inggris ini sebenarnya juga bukan mahasiswa yang menonjol di kelasnya. Malah bisa dibilang bahasa Inggrisnya dia sebenarnya pas-pasan banget. Tetapi sewaktu ia masih menjadi mahasiswa, ia melihat banyak dosen-dosenya yang merupakan lulusan dari Universitas-universitas itulah yang pada awalnya menginspirasinya untuk dapat juga berkuliah ke luar negeri. Apalagi setelah ia mendengar langsung cerita dari dosen-dosen mengenai perkuliahan serta suasana negara-negara tersebut, membbuat keinginan gadis yang akrab disapa Yuliana ini semakin membara.

Ia mulai banyak mencari informasi melalui internet mengenai syarat-syarat dan segala sesuatu yang menyangkut cara untuk kuliah ke luar negeri. Selain itu, ia juga aktif mengikuti berbagai eventdari universitas-universitas dari luar negeri dan dari berbagai penyedia beasiswa. Dari sanalah ia mengetahui segala persyaratan untuk mendaftar beasiswa kuliah di luar negeri dan juga bertemu dengan orang-orang lain yang juga memiliki keinginan yang sama. Setelah sama-sama belajar dan berbagi ilmu, Yuliana akhirnya memutuskan untuk mulai mengejar semua persyaratan beasiswa yakni mendapatkan skor IELTS tinggi secara otodidak. Mengapa otodidak? Karena ia ternyata sebelumnya juga belum pernah melakukan tes IELTS.

Yuliana belajar otodidak dari semua sumber seperti buku, website, video tutorial, podcast, juga dengan teman-teman yang native speakers. Ia mencoba berlatih soal-soal IELTS dari berbagai sumber tersebut sampai ia terbiasa dengan soal-soal yang ada dalam tes IELTS, tujuannya tentu saja agar ia lebih siap dalam tes untuk mendapatkan hasil maksimal. Kebiasaan ternyata sangat penting ya sobat? Kalau sudah terbiasa, pasti jadi lebih mudah bukan?

Setelah mengambil tes IELTS 2 kali dengan overall score yang sama: 7,5. Ada band yang berbeda di dua skill, tapi karena IELTS menggunakan sistem penilaian rata, skor yang muncul sama. Akhirnya tes IELTS terakhir yang Yuliani ikuti kemarin adalah:

Listening : 8,5
Reading : 8,0
Speaking : 6,5
Writing : 6,5

Hasil IELTS inilah yang mengantarkan Yuliana mendapat beasiswa dan dapat berkuliah ke University of Melbourne melalui skema Australia Awards Scholarship (AAS).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *